STATUS KEBERLANJUTAN KUB NELAYAN GILLNET DI BARSELA ACEH BERDASARKAN DIMENSI LEMBAGA DAN KEBIJAKAN

Muhammad Rizal, Budy Wiryawan, Sugeng Hari Wisudo, John Haluan

Abstract


Perikanan merupakan sektor yang diandalkan untuk pembangunan masa depan Indonesia, pemerintah terus mendorong untuk mencapai hasil maksimal terutama dalam bidang perikanan tangkap. permasalahan mendasar pada nelayan adalah kemiskinan yang disebabkan oleh kurangnya akses permodalan, pasar dan teknologi, perlindungan social budaya, rendahnya kualitas lingkungan serta lemahnya kelembagaan kelompok. Oleh sebab itu, diperlukan suatu konsep pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.  Pemberdayaan mempunyai arti meningkatkan kemampuan atau meningkatkan kemandirian masyarakat. Kemandirian masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan posisi tawar (bergaining position) mereka dalam pemanfaatan sumberdaya. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Tahun 2010-2014 fokus terhadap pengentasan kemiskinan, khususnya di daerah Barsela Aceh melalui Program pemberdayaan melalui pembentukan KUB yang tergabung dalam PUMP untuk meningkatkan pendapatan, kemandirian dan ekonomi kreatif berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah menganalisis Status keberlanjutan KUB nelayan gillnet di Barsela Aceh. Metode pengambilan data dilakukan secara survei pada KUB nelayan gillnet, data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data primer melalui Purposive Sampling. Berdasarkan Hasil analisis melalui pendekatan metode Rapfish pada aspek lembaga dan kebijakan memperlihatkan bahwa aspek tersebut memiliki nilai indeks 32,76% dan 47,14% atau kategori kurang berkelanjutan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa aspek lembaga dan kebijakan dikategorikan kurang berkelanjutan, atribut yang berpengaruh pada aspek lembaga adalah: kualitas sumberdaya manusia, intensitas pembinaan, efektif PPTK dan tingkat pemanfaatan akses informasi dan aspek kebijakan: peraturan sanksi bagi KUB fiktif, sinkronisasi program pemberdayaan dan aturan sanksi KUB yang melanggar. Dalam Bahasa Inggris

References


Barnes, M.M., Kirsten L.L., Olesona, Zafindrasilivononac, B. (2013). The Total Economic Value of Small-Scale Fisheries with Acharacterization of Post-Landing Trends: an Application in Madagascarwith Global Relevance. Fisheries Research 147: 175– 185.

Dikrurahman dan Sofhani TF. 2013. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kelompok Nelayan Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (Studi Kasus: Kelompok Nelayan Di Pulau Temoyong, Kecamatan Bulang, Kota Batam). Jurnal Perencanaan Wilayah. 1 (1): 35-44.

IMM. 2008. Sustainable Livelihoods Enhancement and Diversification (SLED): A Manual for Practitioners. IUCN, Gland, Switzerland and Colombo, Sri Lanka; CORDIO, Kalmar, Sweden; and ICRAN, Cambridge, UK.

Karubaba O, Purwanti F, Suprapto D. 2014. .Evaluation of Coastal Community Empowerment Program in the Sarawandori Village Kosiwo Yapen Island Regency, Papua Province. Management Of Aquatic Resources.3 (4): 119-124.

Kavanagh. P. 2001. Rapid Appraisal Of Fisheries (Rapfish) project. Rapfish Software Description. University of british Columbia.

Kittinger, J N. 2013. Human Dimensions of Small-Scale and Traditional Fisheries in the Asia-Pacific Region. Pacific Science, 67(3):315-325.

Masrizal. 2012. Kajian Yang Harus Dipelajari Program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Dari Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir. Jurnal lingkungan hidup.

Munawwaroh. 2013. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Sumber daya Manusia dan Perekonomian Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. Jurnal Kajian Ekonomi. 2(03):136-155

Novita, E., Suryaningrat, Andriani, I., & Widyotomo, S. (2012). Analisis keberlanjutan kawasan usaha perkebunan kopi (KUPK) rakyat di Desa Sidomulyo Kabupaten Jember. Jurnal Teknologi Pertanian Agritech. 32 (2): 126- 135.

Roslinawati. 2013. Persepsi Masyarakat Terhadap Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) Di Kabupaten Donggala. JURNAL ACADEMICA Fisip Untad. 5(2): 1110-1117.

Sugiyono. 2007. Statistika untuk Penelitian. Bandung (ID): CV ALFABETA.

Stanford R J, Budy wiryawan A, Dietriech bengen A, Rudi febriamansyah B, John haluan. 2014. A Improving Livelihoods In Fishing Communities Of West Sumatra. Marine Policy. 45 (2014):16–25.

Suyitman, S.H. Sutjahjo, Herison,C., dan Bihan, S. 2009. Status Keberlanjutan Wilayah Berbasis Peternakan Di Kabupaten Situbondo Untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan. Jurnal Agro Ekonomi. 27 (2): 165-191

Thamrin, S. H. Sutjahjo, C. Herison, dan S. Biham. .2007. Analisis Keberlanjutan Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia Untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan : Studi kasus Kecamatan Bengkayang (Dekat Perbatasan Kabupaten Bengkayang). Jurnal Agro Ekonomi. 25 (2): 103-124.




DOI: https://doi.org/10.35308/.v2i1.1691

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal of Aceh Aquatic Sciences

Jurnal Of Aceh Aquatic Sciences were published by Department of Aquatic Resources, Faculty of Fisheries and Marine Science, Teuku Umar University
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat,Aceh 23681, Indonesia
Contact Person/WA : +6285277554546 | +6282312486563