Analisa Kerusakan Pada Pisau Digester Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (Studi Kasus Di Pabrik Kelapa Sawit PT Karya Tanah Subur)

Fakruddin Fakruddin, Farid Jayadi

Abstract


Pabrik Kepala Sawit PT Karya Tanah Subur (KTS) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit dengan kapasitas 20 ton/jam TBS yang beroperasi di Kabupaten Aceh Barat. Proses produksi dan penggunaan mesin pabrik secara berkala selama 24 jam dapat menimbulkan kerusakan atau downtime pada mesin sehingga mempengaruhi efisiensi pada proses produksi. Mesin degister menjadi salah satu mesin kerap kali digunakan secara terus menurus di pabrik. Dalam proses pengolahan, kerusakan pada mesin degister merupakan permasalahan umum yang belum terselesaikan. Diketahui bahwa pisau pada mesin degister sering terjadinya keausan dan kerusakan (patah) hingga mengakibatkan proses produksi terhenti. Berdasarkan permasalahan dan penelitian terdahulu, maka penulis berinisiatif untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisa permasalahan kerusakan pada komponen pisau digester yang berada di mesin degister dengan menggunakan metode FMEA. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 kegagalan pada mesin degister khususnya pada komponen pisau degister yakni mata pisau degister patah, mata pisau degister mengalami keausan, mata pisau degister bengkok, rendahnya suhu yang dihasilkan oleh steam boiler sehingga mempengaruhi temperatur mesin degister dan kelonggaran baut pengikat antara pisau dan shaft mesin degister. Dari analisa metode FMEA diketahui bahwa kerusakan akibat mata pisau degister patah diperoleh RPN tertinggi dengan nilai 504, yang menandakan bahwa kerusakan tersebut yang paling berpengaruh terhadap pisau degister. Hasil pencarian akar permasalah menggunakan metode fishbone diagram diketahui bahwa terdapat 4 faktor yang menyebabkan pisau degister patah yaitu faktor manusia, metode, lingkungan dan mesin.

 


Full Text:

PDF

References


S. B. Marpaung, D. A. A. Ritonga, and A. Irwan, “Analisa Risk Priority Number (Rpn) Terhadap Keandalan Komponen Mesin Thresher Dengan Menggunakan Metode Fmea Di Pt.Xyz,” JiTEKH, vol. 9, no. 2, pp. 74–81, 2021, doi: 10.35447/jitekh.v9i2.427.

S. Sadya, “Produksi Kelapa Sawit Indonesia Capai 45,58 Juta Ton pada 2022,” DataIndonesia.id, 2022. https://dataindonesia.id/Industry/detail/produksi-kelapa-sawit-indonesia-capai-4558-juta-ton-pada-2022

I. F. Iman, Z. Husin, H. Darsan, and M. Makaminan, “Analisa Kerusakan Mesin Kempa Screw DI PT. AGRO SINERGI NUSANTARA,” J. Mhs. Mesin UTU, vol. 1, no. 2, pp. 57–63, 2022.

M. Amri, “Analisa Kerusakan Pada Lori Pengangkut Tbs Di Pt. Karya Tanah Subur,” Mach. J. Tek. Mesin, vol. 8, no. 2, pp. 35–39, 2022, doi: 10.33019/jm.v8i2.3350.

F. PRATAMA, “ANALISIS PERAWATAN MESIN DIGESTER MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI PT. KARYA TANAH SUBUR Tugas,” 2022.

M. Hudori, “Pengukuran Kinerja Pemeliharaan Mesin Produksi Pabrik Kelapa Sawit Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE),” J. Citra Widya Edukasi, vol. 11, no. 3, pp. 239–252, 2019.

H. Ninny Siregar and S. Munthe, “Analisa Perawatan Mesin Digester dengan Metode Reliabity Centered Maintenance pada PTPN II Pagar Merbau,” Jime (Journal Ind. Manuf. Eng., vol. 3, no. 2, pp. 87–94, 2019, [Online]. Available: http://ojs.uma.ac.id/index.php/jime

N. Fajrah, “Analisis Performansi Mesin Pre-Turning dengan Metode Overall Equipment Effectiveness pada PT APCB,” J. Optimasi Sist. Ind, vol. 17, pp. 127–133, 2018.

M. Ginting, “Analisa ‘Total Productive Maintenance’ Terhadap Efektivitas Produksi Tongkat | Austenit,” vol. 1, pp. 31–37, 2013, [Online]. Available: https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/austenit/article/view/95

J. A. Purba, T. J. Panjaitan, and A. Rahman, “ANALISIS KERUSAKAN SCREW PRESS P-15 PADA PKS PT. BOSS BANDAR MARUHUR SIMALUNGUN,” Konf. Nas. Sos. dan Eng. Politek. Negeri Medan Tahun 2022, pp. 1094–1101, 2022.

M. I. Monoarfa, Y. Hariyanto, and A. Rasyid, “Analisis Penyebab bottleneck pada Aliran Produksi briquette charcoal dengan Menggunakan Diagram fishbone di PT. Saraswati Coconut Product,” Jambura Ind. Rev., vol. 1, no. 1, pp. 15–21, 2021, doi: 10.37905/jirev.1.1.15-21.

B. Priambodo, E. Nursanti, and D. I. Laksmana, “Analisa Risiko Lift ( Elevator ) dengan Metode FMEA,” J. Teknol. dan Manaj. Ind., vol. 7, no. 2, pp. 7–12, 2021.

M. Rizki and A. Saputra, “Analisa Risiko Supply Chain Management dengan Metode Grey Failure Mode and Effect Analysis dan Root Cause Analysis di PT Pertamina Fuel Terminal Meulaboh,” J. Serambi Eng., vol. 7, no. 1, pp. 2783–2790, 2022, doi: 10.32672/jse.v7i1.3888.

W. Agil Rahayu Smed and T. Athaillah, “ANALISIS RISIKO PANEN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) DI AFDELING OA (ALPA) PADA PT. KARYA TANAH SUBUR,” J. Agrica, vol. 16, no. 1, pp. 53–64, 2023, doi: 10.31289/agrica.v16i1.8460.

E. Krisnaningsih, P. Gautama, and M. F. K. Syams, “Usulan Perbaikan Kualitas Dengan Menggunakan Metode Fta Dan Fmea,” J. InTent, vol. 4, no. 1, pp. 41–54, 2021.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.