Karakteristik Sifat Tanah pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di DAS Meureubo, Provinsi Aceh, Indonesia

Iwandikasyah Putra, Jekki Irawan, Muhammad Jalil, Sufardi Sufardi, Teuku Alvisyahrin

Abstract


Alih fungsi lahan pada berbagai tipe penggunaan lahan yang kurang bijaksana menyebabkan perubahan karakteristik sifat tanah pada DAS Meureubo Provinsi Aceh.   Penelitian ini menggunakan metode parametrik USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan pendekatan survei deskriptif melalui observasi lapangan serta pemanfaatan data-data spasial dan studi literasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tata guna lahan memunculkan nilai kehilangan tanah TBE (Tingkat Bahaya Erosi) aktual kelas V kategori sangat berat meliputi; SPL (Satuan Peta Lahan) 5, 12, dan 16.  Nilai TBE aktual kelas IV dengan katagori berat terjadi pada SPL 2, 6, 7, 10, dan 13. Nilai TBE aktual Kelas III dengan katagori sedang terjadi pada SPL 3, 4, 8, 9, 14, 17, dan 20, sedangkan SPL 1, 18, 19, 21 dan 11, 15 katagori tidak berbahaya yaitu sangat ringan sampai ringan. Nilai TBE aktual ini dipengaruhi oleh nilai konservasi dan pengelolaan tanaman (CP) yang tinggi.  Nilai TBE potensial kategori berat sampai sangat berat, sedangkan nilai ancaman erosi IBE (Indek Bahaya Erosi) pada masing-masing SPL masuk dalam kategori sangat tinggi.  Tingginya nilai TBE aktual pada SPL 5 dan 12 disebabkan oleh penggunaan lahan pertanian lahan kering dengan nilai erosi 36 kali lebih besar dibandingkan dengan macam tutupan lahan berupa belukar pada DAS Meureubo Provinsi Aceh pada kelerangan lahan 25 - 45 % dan >45%.  Agar nilai TBE aktual, TBE potensial dan Nilai IBE yaitu dapat ditekan dengan melakukan perbaikan terhadap lahan-lahan yang terlanjur rusak akibat alih fungsi lahan dan illegal logging. Diperlukan tindakan konservasi terhadap lahan, seperti menjaga tanaman penutup tanah dengan deforestasi berbasis manajemen pengelolaan lahan secara lestari, di samping itu pendekatan secara mekanik seperti teras bangku pada lahan yang agak curam sampai curam, serta perlu adanya regulasi berupa peraturan dari pemerintah secara fokus dan konsisten berbasis pemantauan, serta adanya usaha mengembalikan fungsi hutan dengan menghutankan kembali daerah yang berstatus hutan secara undang-undang di DAS Meureubo Provinsi Aceh

Full Text:

PDF

References


Arsyad, S. 1989. KONSERVASI TANAH DAN AIR: Prediksi dan evaluasi erosi. Bogor: IPB Press.

Asdak, C. 2007. HIDROLOGI DAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI: Erosi dan sedimentasi (Cetakan ke empat). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Basri, H., Syakur, dan A. Marta. 2013. Penyimpangan penggunaan lahan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Aceh Barat. Rona Teknik Pertanian. Volume 6 No. (1) April 2013, hlm. 383-397. DOI: https://doi.org/10.17969/rtp.v6i1.911

Hardowigeno, S. 2016. KLASIFIKASI TANAH DAN PEDOGENESIS. Cetakan Kedua). Jawa Barat: Akademika Preesindo.

Komaruddin, N. 2008. Penilaian tingkat bahaya erosi di sub daerah aliran sungai Cileungsi, Bogor. (Jurnal Agrikultura, Volume 19, Nomor 3, tahun 2008). Fakultas Pertanian, Universitas Padjajaran. DOI: https://doi.org/10.24198/agrikultura.v19i3.1011

Nuddin, A., Arsyad, M., Putera, M. I., Nuringsih, N., & Teshome, T. T. 2019. Making the case for institutional support on designing agroforestry technology models for rehabilitating critical lands. Forest and Society, 3(1), 49-63. https://doi.org/10.24259/fs.v3i1.5975

Rahim, S.E. 2003. PENGENDALIAN EROSI TANAH: Dalam rangka pelestarian lingkungan hidup. (Cetakan Kedua). Jakarta: Bumi Aksara.

Sallata, M.K., dan H. YSH. Nugroho. 2019. PENGELOLAAN LAHAN KERING; Potensi, Fungsi dan permasalahan pada lahan kering dan penyebab degradasi lahan, dampak, rehabilitasi dan kebijakan. (Ed. I). Yogyakarta: Andi.

Sirait, S., dan S. Mariati. 2018. Analisis perubahan kapasitas simpan air padaDAS Krueng Meureubo, Aceh. Rona Teknik Pertanian. Volume 11 No. (2) Oktober 2018, hlm. 15-27. DOI:https://doi.org/10.17969/rtp.v11i2.13041

Soma, A. S., & Kubota, T. 2018. Landslide susceptibility map using certainty factor for hazard mitigation in mountainous areas of Ujung-loe watershed in South Sulawesi. Forest and Society, 2(1), 79-91. https://doi.org/10.24259/fs.v2i1.3594

Sutedjo, M.M., dan A.G. Kartasapoetra. 2010. PENGAANTAR ILMU TANAH: Terbentuknya tanah dan tanahpertanian. (Cetakan Kelima). Jakarta: Rineka Cipta.

Utomo, M., Sudarsono, Rusman, B., Sabrina, T, dan J. Lumbanraja. 2016. ILMU TANAH: Dasar-dasar dan pengelolaan. Edisi pertama. Jakarta, Indonesia: Prenadamedia Group.

Wijayanti, R. 2012. "Studi identifikasi pengelolaan lahan berdasar tingkat bahaya erosi (TBE) (Studi Kasus Di Sub DAS Sani, Das Juwana, Jawa Tengah)," Jurnal Ilmu Lingkungan, vol. 9, no. 2, pp. 57-61, Oct. 2012. https://doi.org/10.14710/jil.9.2.57-61




DOI: https://doi.org/10.35308/jal.v8i1.5359

Refbacks

  • There are currently no refbacks.