PENGADAAN AIR BERSIH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASCABANJIR DI DESA SEUNEUBOK CANTEK

Cut Hasmiyati

Abstract


Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut. Pertama, banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 26 November 2025 menyebabkan krisis air bersih yang parah di Desa Seuneubok Cantek, ditandai dengan tercemarnya sumur-sumur warga oleh lumpur dan material banjir sehingga tidak lagi layak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kedua, program pengadaan


 

dan distribusi dua unit tangki air bersih yang dilaksanakan tim pengabdian Universitas Samudra terbukti efektif dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam jangka pendek, memperbaiki kondisi sanitasi, mengurangi risiko penyakit berbasis air, serta mendapatkan respons positif dari warga dan aparatur desa. Ketiga, kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat terdampak pada masa tanggap darurat, sekaligus menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam berkontribusi pada penanganan bencana melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berdasarkan temuan kegiatan, disampaikan beberapa saran. Bagi pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tamiang, perlu segera dibangun sistem penyediaan air bersih darurat yang berkelanjutan dan menjangkau seluruh wilayah terdampak, tidak terbatas pada wilayah yang mudah diakses saja. Bagi masyarakat, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan dan sumber air tetap terpelihara, terutama sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana serupa di masa mendatang. Bagi kegiatan pengabdian selanjutnya, perlu dirancang program lanjutan yang bersifat jangka panjang, seperti pembangunan sarana air bersih permanen (sumur bor), pelatihan pengelolaan air bersih berbasis komunitas, dan edukasi kesehatan lingkungan.


Keywords


air bersih; banjir; kualitas hidup; pascabencana; pengabdian masyarakat

References


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2008). Peraturan Kepala BNPB Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pedoman Tata Cara Pemberian Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar. Jakarta: BNPB.

Dompet Dhuafa. (2026, Maret 2). Nestapa penyintas banjir di Aceh Tamiang kala krisis air bersih. DMC Dompet Dhuafa. https://dmc.dompetdhuafa.org/krisis-air-bersih-dampak-banjir-aceh-tamian/

Hidayat, R., & Rachmawati, I. (2022). Manajemen risiko bencana banjir di kawasan perkotaan Indonesia: Tinjauan kebijakan dan implementasi. Jurnal Manajemen Bencana, 8(1), 45–

https://doi.org/10.26487/jmb.v8i1.225

KOMPAS.com. (2026, Maret 1). Tiga bulan pascabanjir Aceh Tamiang, puluhan ribu pengungsi masih alami krisis air bersih. https://regional.kompas.com/read/2026/03/01/190826078/tiga-bulan-pascabanjir-aceh-tamiang-puluhan-ribu-pengungsi-masih-alami

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2020). Pedoman umum pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Kurniawan, A., & Purnomo, H. (2022). Peran perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana: Studi kasus kegiatan pengabdian masyarakat berbasis tanggap darurat. Jurnal

Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 3(2), 112–125. https://doi.org/10.36543/pkm.v3i2.2022

Media Indonesia. (2025, Desember 29). Banjir Sumatra sudah sebulan berlalu, krisis air bersih dan sanitasi di Aceh Tamiang masih menghantui. https://mediaindonesia.com/nusantara/844881/banjir-sumatra-sudah-sebulan-berlalu-krisis-air-bersih-dan-sanitasi-di-aceh-tamiang-masih-menghantui

MetroTV News. (2025, Desember 9). Warga Aceh Tamiang krisis air bersih dan diserang penyakit usai banjir bandang. https://www.metrotvnews.com/read/bw6C26og-warga-aceh-tamiang-krisis-air-bersih-dan-diserang-penyakit-usai-banjir-bandang

Suharto, B., & Widyastuti, R. (2023). Dampak krisis air bersih terhadap kesehatan masyarakat pascabencana: Kajian epidemiologis. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 33–

https://doi.org/10.14710/jkli.22.1.33-47

Suara Surabaya. (2026, Februari 28). Pascabanjir bandang, warga Aceh Tamiang masih hadapi krisis air bersih. https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2026/pascabanjir-bandang-warga-aceh-tamiang-masih-hadapi-krisis-air-bersih/

Syukri, M., Fauzi, A., & Nasution, R. (2021). Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 78–91. https://doi.org/10.31764/jpm.v5i2.5128

Varwati, L. (2025). Dampak sosial bencana banjir terhadap kelompok rentan di wilayah pesisir Aceh. Jurnal Sosiologi Bencana, 4(1), 22–38.




DOI: https://doi.org/10.35308/lokseva.v5i1.15104

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lok Seva: Jurnal of Contemporary Community Service

Indexed by:

Google Scholar Garuda Crossref

Editorial Office:

Jl. Alue Peunyareng, Meureubo, Aceh Barat, Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar (UTU), Gedung Kuliah Terintegrasi (GKT) UTU, Lantai II.

Creative Commons License

Jurnal Lok Seva is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License