Perbedaan Pendekatan Buku Saku dan Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Wanita Usia Subur (Wus) Dalam Pencegahan Stunting Di Gampong Pasi Mesjid Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat

Muasasatul Hairiyah, Teungku Nih Farisni, Marniati Marniati, Safrizal Safrizal, Fitrah Reynaldi

Abstract


Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari -2 standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Prevalensi stunting tertinggi di Puskesmas Meureubo pada tahun 2017 sebanyak 27 kasus, dan tahun 2018 naik mencapai 37 kasus terdapat di Gampong Pasi Mesjid. Tujuan penelitian untuk melihat perbedaan promosi kesehatan melalui pendekatan buku saku dan audio visual terhadap peningkatan pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) dalam pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan Gampong in studi pre eksperiment design dengan rancangan penelitian the one group pre test-post test design. Penelitian di laksanakan pada 27 Februari s/d 27 Maret 2020. Populasi penelitian seluruh WUS di Gampong Pasi Mesjid sebanyak 183 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling yaitu 62 orang. Hasil penelitian berdasarkan Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney diperoleh uji Wilcoxon didapatkan bahwa ada perbedaan pendekatan buku saku (Pvalue = 0,000 < α=0,05) dan pendekatan audio visual (Pvalue = 0,000 < α=0,05) terhadap peningkatan pengetahuan WUS dalam pencegahan stunting, uji mann whitney didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pendekatan buku saku dan audio visual terhadap peningkatan pengetahuan WUS dalam pencegahan stunting dengan nilai Pvalue 0,00 < α= 0,05. Kesimpulan kedua metode memiliki perbedaan terhadap peningkatan pengetahuan WUS dalam pencegahan stunting, dilihat dari nilai rata-rata metode buku saku memiliki nilai rata-rata lebih tinggi yaitu 39,90 dari nilai rata-rata audio visual yaitu 23,10. Saran kepada pemerintah terutama petugas kesehatan untuk senantiasa melakukan pendampingan dalam memberikan informasi dan kepada WUS untuk meningkatkan pengetahuan melalui media yang tersedia.


Full Text:

PDF

References


Alfridsyah,dkk. Laporan Survei Pemantauan Status Gizi Provinsi Aceh 2017. Poltekkes Kemenkes Aceh bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh.

BKKBN. 2013. Pemantauan Pasangan Usia Subur Melalui Mini Survei Indonesia. Jakarta : BKKBN

Buku Panduan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi XI. Jakarta : LIPI Press, 2108.

Dewey G Kathryn dan Khadija Begum, Konsekuensi jangka panjang dari pengerdilan di kehidupan awal. Departemen Gizi dan Program Gizi Internasional dan Komunitas, Universitas California, Davis, California,AS, 2011

Direktorat Gizi Masyarakat. Buku Saku Panduan Status Gizi pada tahu 2017. Jakarta 2018

Fitri. Berat Lahir Sebagai Faktor Dominan Terjadinya Stunting Pada Balita (12-59) bulan di Sumatera. Depok: Univesitas Indonesia.2012

Fitriani, dkk. 2020. Implementing Precede-Proceed Model Toward The Mothers Perception Of The Importance Of Feeding Of Home-Made Complementary Food To Wasting And Stunting Toddlers. Food Nutrition Journal. Curren Research In Nutrions And Foof Science. Vol 08. No 2. Tahun 2020

Juin. 2017. Pengaruh Pemakaian Buku Saku Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita Dan Konsumsi Energi Dan Protein Balita, Jurnal Ilmiah Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Malang. Vol. 26 No. 2 Tahun 2017

Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017. Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. Peraturan menteri kesehatan republik Indonesia no. 39 tahun 2016 tentang program pedoman penyelenggaraan program Indonesia Sehat. Jakarta: Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan Panduan bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Pencegahan Stunting. Jakarta.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. 2018. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting). Jakarta

Kementerian Perencanaan Pembanguna ional (BAPPENAS) dan United Nations 50 ren’s

Fund. 2017. Laporan Baseline SDG tetnang Anak-Anak di Indonesia. Jakarta: BAPPENAS dan UNICEF

Maria. 2019. Effect Of Education Media On Improvement Visual Acetate Acid Inspection At Sudiang Community Health Center. Artikel : Spanish. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32545108/

Maryati. 2016. Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Feeding Practice Ibu Balita Stunting Usia 6-24 Bulan. Jurnal Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung. Vol 3. No 1. Tahun 2016.

Maharani. 2017. Pengaruh Buku Saku Terhadap Tingkat Kecukupan Gizi Pada Remaja.

Notoatmodjo. 2014. Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta . Jakarta

Okky Farah, dkk. 2015. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah PeGampong an dan Perkotaan. Vol 3. Kampus tegal: Universitas Jember.

Profil Dinkes Aceh Barat Data Stunting, 2018. Dinas Kesehatan Aceh Barat

Pusdatin Kemenkes RI, Situasi Balita Pedek (Stunting) di Indonesia, 2018

Puskesmas meurebo, Data Stunting , 2018

Riskedas. Hasil Utama Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Setiawan Eko, dkk. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecmatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018.

Susilowati Dwi. Promosi Kesehatan. Jakarta. 2016 TN Farisni, Dkk. 2019 rolling Chronic Energy

Deficiency Among Pregnant Mothers Through The Use Of KIA Booklets. International Conference On Public Health. Universitas Teuku Umar.

Trihono, Atmarita, Tjandrarini DH, Irawati A, Utami NH, Tejayanti T, et al. Pendek (Stunting) di Indonesia, masalah dan solusinya. Jakarta: Lembaga Penerbit Balitbangkes;

Willia.2020. Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Di Puskesmas Rawasari Kota Jambi Tahun 2019. Jurnal Kesmas Jambi. Vol. 4 No. 1 Tahun 2020.

World Health Organization (WHO). Nutrition Landscape Information System (NLIS) Country Profile Indicators; Interpretation Guid. Switzerland: WHO press;201


Refbacks

  • There are currently no refbacks.