ANALISIS DESKRIPTIF EFEKTIFITAS DISTRIBUSI LOGISTIK PASCA BENCANA GEMPA BUMI DI PIDIE JAYA

M Isya, Sofyan M Saleh, Yanyan Rahmat, Meidia Refiyanni

Abstract


Tahapan tanggap darurat bencana merupakan tahap paling kritis dan menentukan dalam keberhasilan recovery akibat terjadinya bencana alam. Korban yang mengalami dampak bencana alam harus secepatnya diberikan pertolongan. Salah satu pertolongan yang penting adalah pendistribuasin bantuan logistik. Salah satu tujuan pendistribusian logistik adalah menyelamatkan jiwa korban yang selamat. Gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya terjadi pada Desember 2016. Dampak bencana terjadinya kehilangan nyawa, harta benda, luka-luka dan trauma psikologis. Pasca bencana telah dilakukan pendistrubusian logistik pada masa tanggap darurat. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana efektifitas pendistribusian logistik dan kinerja faktor-faktor yang mempengaruhi pendistribusian logistik tersebut. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk dapat dijadikan pelajaran dan referensi pada masa yang akan datang. Penelitian dilakukan dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dengan format pernyataan yang dinilai dengan menggunakan skala likert. Populasi merupakan penduduk Kabupaten Pidie Jaya dan relawan kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pendistribusian logistik sudah berjalan dengan baik dan semua kinerja variabel yang mempengaruhi pendistribusian logistik pada masa tanggap darurat juga baik. 


Kata kunci: Bencana alam, gempa bumi, tanggap darurat, logistik, Pidie Jaya

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Fitrianingsih, E. (2012). Sistem Informasi Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Alam Berbasis Web pada Paguyuban Jalin Merapi, AMIKOM, Yogyakarta.

Kirom, B. (2009). Mengukur Kinerja Pelayanan dan Kepuasan Konsumen, Pustaka Reka Cipta, Jakarta.

Nancy L. Damanik. 2015. Model Distribusi Logistik Kemanusiaan Pada Saat Bencana Banjir Dengan Memperhitungkan Data Iklim. Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIKA), 1 (2), 35-43.

Mirza, T. (2008). Efektivitas Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Bencana Pasca Tsunami di Banda Aceh, Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 12(1), 83-97.

Juhana. T, Widagdo, J dan Widyani, R. N. (2012). Pengembangan Sistem Komunikasi Seluler Darurat Serta Aplikasi Kaji Cepat Untuk Mendukung Pelaksanaan Tugas Tim Reaksi Cepat Pada Situasi Bencana. Jurnal Penanggulangan Bencana, 3(2), 1-13.

Lin, Y-H., Batta, R., Rogerson, P. A., Blatt, A., dan Flanigan, M. (2014). Application of a Humanitarian Relief Logistics Model to an Earthquake Disaster, Research Report, Department of Industrial and Systems Engineering, University at Buffalo (SUNY), United States.

Oktarina, R. (2008). Pemetaan Sistem Informasi Manajemen Logistik Dalam Penanggulangan Bencana Di Indonesia, SNATI, Yogyakarta.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pedoman Monitoring dan Evaluasi Manajemen Logistik Penanggulangan Bencana. Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pengelolaan Gudang Logistik Dan Peralatan Dalam Status Keadaan Darurat Bencana.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Pedoman Manajemen Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana

Pratita, B. W. A., Heri Pratikto, dan Sutrisno (2018), Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Pelanggan di Kober Bar Malang, Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian dan Pengembangan, 3 (4), 497-503

Pujiono. (2006). Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respon Bencana. Proyek Sphere: Grasindo.

Purnomo, Hadi dan Sugiantoro, Ronny. (2010) Manajemen Bencana: Respons dan Tindakan Terhadap Bencana. Media Pressindo, Yogyakarta.

Safeer, M., Anbuudayasankar, S. P., Balkumar, K., dan Ganesh, K. (2014). Analyzing transportation and distribution in emergency humanitarian logistics, Procedia Engineering, 97, 2248 – 2258

Sahilala, I. M., Sarwono, dan Hanafi, I. (2013). Tata Kelola Distribusi Bantuan

Logistik Korban Bencana Alam (Studi Empiris pada Bencana Banjir di

Kabupaten Bojonegoro), Jurnal Administrasi Publik (JAP), 3(5), 812-817

Singarimbun, M., dan Efendi. (1995). Metode Penelitian Survey, Cetakan Kedua, LP3ES, Jakarta.

Subagya M.S. (1990) Manajemen Logistik. Sapdodadi, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana.




DOI: https://doi.org/10.35308/jts-utu.v7i2.4443

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi