Penguatan Nilai Sumang melalui Pengabdian Masyarakat untuk Desa Tangguh Bencana di Waq Toweren

Iwan Doa Sempena

Abstract


Bencana banjir dan tanah bergerak yang terjadi di Kampung Waq Toweren pada tahun 2025 menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Kerusakan infrastruktur, keterbatasan akses air bersih, penurunan produktivitas ekonomi, serta dampak psikososial menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan berbasis kearifan lokal “sumang”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Asset Based Community Development (ABCD) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, antara lain tersedianya akses air bersih bagi lebih dari 85% masyarakat, terbentuknya Kampung Siaga Bencana, peningkatan pemahaman mitigasi hingga 80%, serta rehabilitasi lingkungan melalui penanaman ±500 pohon. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu meningkatkan keberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.


Keywords


mitigasi bencana; pemberdayaan masyarakat; Air Bersih; Sumang; ketahanan desa

References


Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Pedoman desa tangguh bencana. BNPB.

Chambers, R. (2014). Rural development: Putting the last first. Routledge.

Eriyanto. (2014). Analisis jaringan komunikasi. Prenada Media Group.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Pedoman rehabilitasi hutan dan lahan. KLHK.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Nasdian, F. T. (2015). Pengembangan masyarakat. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nurjanah, S., Sugiharto, R., Kuswanda, D., Siswanto, B., & Adikoesoemo, S. (2013). Manajemen bencana. Alfabeta.

Satriananda, S., Fitriani, R., & Wahyuni, D. (2022). Pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dalam meningkatkan ketahanan sosial pascabencana. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 115–123.

Sufandi, I. (2019). Mitigasi bencana berbasis masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa rawan bencana. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1), 45–53.

Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Refika Aditama.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Utama, Y. P. Y. (2021). Pengelolaan sumber daya berbasis lokal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 88–96.

Wibowo, A. (2020). Edukasi kebencanaan sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Jurnal Geografi dan Mitigasi Bencana, 4(2), 67–75.




DOI: https://doi.org/10.35308/lokseva.v5i1.15419

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lok Seva: Jurnal of Contemporary Community Service

Indexed by:

Google Scholar Garuda Crossref

Editorial Office:

Jl. Alue Peunyareng, Meureubo, Aceh Barat, Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar (UTU), Gedung Kuliah Terintegrasi (GKT) UTU, Lantai II.

Creative Commons License

Jurnal Lok Seva is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License