Sosialisasi Dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Kompos Menggunakan Substrat Limbah Sedimen Tambak Pada Masyarakat Pesisir

Omar Muktaridha, S Irhami, Agusriati Muliyana, Fitria Rahmayanti, Firza Hasibuan, Alfis Syahril, Citra Dina Febrina, Faliqul Isbah

Abstract


Limbah sedimen tambak merupakan sisa pakan dan feses organisme air yang mengendap di dasar tambak selama proses budidaya berlangsung. Sedimen tersebut secara umum menjadi permasalahan besar dalam budidaya karena dapat mengeluarkan zat yang berbahaya bagi organisme air seperti amonia, nitrit/nitrat, dan lain-lain. Zat tersebut seyogyanya merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk tujuan tersebut. Pengomposan menggunakan limbah sedimen tambak sebagai bahan baku utama disertai limbah ampas tebu dan rumput basah telah dilakukan di Gampong Pasi Pinang, Meulaboh, Aceh Barat. Proses tersebut berlangsung melalui edukasi dan demonstrasi proses pengolahan pupuk kompos. Mayoritas peserta yang mengikuti memahami konsep dan pelaksanaannya dengan baik, sehingga dapat dilanjutkan secara berkesinambungan secara mandiri untuk mengelola limbah di sekitarnya. 

Full Text:

PDF

References


Manuputty MC, Jacob A dan Haumahu JP, 2012. Pengaruh Effective Inoculant Promi Dan Em4 Terhadap Laju Dekomposisi dan Kualitas Kompos Dari Sampah Kota Ambon. Agrologia Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman.1(2): 143 – 151.

Mustadzy M, Rahmi Z, Nusantoro P. 2009. Pemanfaatan Sampah Organik Kota Menjadi Pakan Ikan Patin. Yayasan Pendidikan Mufa Dirgantara Juanda, Bandung.

Muwakhid B, Soebarinoto, Chuzaemi S, Ardyati T. 2011. Isolasi Seleksi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat dari Sampah Hijauan Pasar untuk Memacu Pembuatan Silase. Berk. Penel. Hayati Edisi Khusus. 6: 7 – 10.

Palaniveloo K, Amran MA, Norhashim NA, Mohamad-Fauzi N, Peng-Hui F, Hui-Wen L, Kai-Lin Y, Jiale L, Chian-Yee MG, Jing-Yi L, Gunasekaran B, Razak SA. 2020. Food Waste Composting and Microbial Community Structure Profiling. Processes. 8: 723

Parihar P dan Sharma S. 2021. Composting: A Better Alternative of Chemical Fertilizer. Earth Environ. Sci. 795: 012038.

Pereira SA, Carlos BL, Cezar FJ, Ralisch R, Hungria M, dan Fatima GM. 2014. Soil Structure and Its Influence On Microbial Biomass In Different Soil and Crop Management Systems. Soil & Tillage Research. 142: 42 - 53.

Purwendro S dan Nurhidayat 2006, Mengolah Sampah untuk Pupuk dan Pestisida Organik, Seri Agritekno, Penebar Swadaya, Jakarta.

Soemarwoto O. 1992. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Djambatan, Jakarta, (Edisi Revisi) 1994.

Vanto DWM. 2016. Pengaruh Limbah Tambak Udang Terhadap Pertumbuhan Semai Tumbuhan Bakau Jenis Avicennia Sp Di Pantai Indrakilo Kabupaten Pacitan Sebagai Sumber Belajar Biologi. Skripsi. FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.

Wulandari S, Fathul F, dan Liman. 2015. Pengaruh Berbagai Komposisi Limbah Pertanian Terhadap Kadar Air, Abu, dan Serat Kasar pada Wafer. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(3): 104 -109.

Yu Q, Zhuang X, Lv S, He M, Zhang, Y, Yuan, Z, Qi, W, Wang Q, Wang W, Tan X. 2013. Liquid hot water pretreatment of sugarcane bagasse and its comparison with chemical pretreatment methods for the sugar recovery and structural changes. Bioresource Technology. 129: 592 – 598




DOI: https://doi.org/10.35308/mk.v7i1.7955

DOI (PDF): https://doi.org/10.35308/mk.v7i1.7955.g3920

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Marine Kreatif (P-ISSN:2581-2238; E-ISSN: 2745-6900)
Published by Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar
web: http://jurnal.utu.ac.id/mkreatif ; email: marinekreatif@utu.ac.id
 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.