Kualitas Lingkungan Kepiting Bakau Di Perairan Pantai Desa Sungai Sayang Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Abstract
Kualitas lingkungan hidup kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan aspek penting yang perlu dikaji melalui pendekatan data parameter oseanografi guna mendukung keberlanjutan populasi dan pemanfaatannya secara lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas habitat kepiting bakau di Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang dilaksanakan pada 15–30 Juli 2024. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan 3 stasiun dan 3 transek pada setiap stasiun. Penilaian kualitas habitat menggunakan pendekatan Indeks Kualitas Habitat (IKH) berbasis pembobotan dengan parameter suhu, salinitas, pH, genangan air pasang surut, jenis vegetasi, dan kerapatan vegetasi. Hasil analisis menunjukkan ekosistem mangrove di lokasi penelitian tergolong kategori baik, dengan nilai IKH 57 pada Stasiun 1 dan nilai 51 pada Stasiun 2 dan 3. Analisis korelasi antara kualitas habitat dengan lebar karapas menunjukkan korelasi positif lemah (r = 0,38), sedangkan korelasi antara kualitas habitat dengan bobot tubuh menunjukkan korelasi positif sedang (r = 0,52). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi habitat di perairan Desa Sungai Sayang berada dalam kondisi baik dan mampu mendukung kelangsungan hidup kepiting bakau.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Achmad, E. Nursanti, N., Fazriyas, F., & Jayanti, D. P. (2020). Studi kerapatan mangrove dan perubahan garis pantai tahun 1989-2018 di Pesisir Provinsi Jambi. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 10(2), 138-152
Ardian, A., Kustiati, K., & Saputra, F. (2022). Kualitas Habitat Kepiting Bakau (Scylla serrata- Forsskål) di Perairan Pantai Desa Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah. Protobiont, 11(2).
Avianto, I., Sulistiono, S., & Setyobudiandi, I. (2013). Karakteristik habitat dan potensi kepiting bakau (Scylla serrata, S. transquaberica, and S. olivacea) di hutan mangrove Cibako, Sancang, Kabupaten Garut Jawa Barat. Aquasains, 2(1), 97-106.
Badan Pusat Statistik 2021. Kecamatan Sadu Dalam Angka 2021.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 2022. Letak Geografis Kabupaten
Tanjung Jabung Timur. Jambi.
Chadijah, A., Wadritno, Y., & Sulistiono, S. (2013). Keterkaitan mangrove, kepiting bakau (Scylla
olivacea) dan beberapa parameter kualitas air di perairan pesisir Sinjai Timur. Octopus: Jurnal Ilmu Perikanan, 2(1), 116-122.
Gunarto, G., & Widodo, A. F. (2012, December). Pengaruh perbedaan suhu air pada perkembangan larva kepiting bakau, Scylla olivacea. In Prosiding forum inovasi teknologi akuakultur (pp. 281-288).
Haruna, M. F., Karim, W. A., Rajulani, R., & Lige, F. N. (2022). Struktur komunitas kepiting bakau di kawasan konservasi mangrove Desa Polo Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai. Bio- Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(2), 150-159.
Karniati, R., Sulistiyono, N., Amelia, R., Slamet, B., Bimantara, Y., & Basyuni, M. (2021). Mangrove
ecosystem in North Sumatran (Indonesia) forests serves as a suitable habitat for mud crabs (Scylla serrata and S. olivacea). Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22(3), 1298–1306.
Khairiah, K., Wardoyo, S. E., & Wahid, P. (2012). Pengaruh mutilasi dan ablasi terhadap molting kepiting bakau (Scylla Serrata) sebagai kepiting lunak. Jurnal sains naturalss, 2(1), 81-91. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 201 Tahun 2004. Kriteria Baku Kerusakan
Mangrove.
Setiawan, F., & Triyanto, T. (2012). Studi kesesuaian lahan untuk pengembangan silvofishery
kepiting bakau (Scylla serrata) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Limnotek, 19(2), 158–
Siahainenia, L. Y. Natan, A.S. Khouw, J.A. Pattikawa. 2016. Size Distribution, Growth Pattern and
Condition Factor of Mangrove Crab Scylla serrata in The Coastal Waters of Western Seram, Maluku, Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies 4(2): 291-29
Shelley, C., & Lovatelli, A. (2011). Mud crab aquaculture: a practical manual. FAO Fisheries and aquaculture technical paper, (567), I.
Syahrera, B., Purnama, D., & Zamdial, Z. (2016). Asosiasi Kelimpahan kepiting bakau dengan keberadaan jenis vegetasi mangrove Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Jurnal
Enggano 1(2): 47–55.
Tarumasely, T. F., Soselisa, F., & Tuhumury, A. (2019). Habitat and Population of Mangrove Crab
(Scylla serrata) in Mangrove Forest in Teluk Ambon Baguala District. Jurnal Hutan Pulau-
Pulau Kecil, 6(2), 177-190.
Tahmid, M., Fahrudin, A., & Wardiatno, Y. (2015). Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau. Jurnal Biologi Tropis.
Wasil, M., & Junaedi, A. S. (2024). Identifikasi Jenis Vegetasi dan Indeks Nilai Penting Mangrove Di Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna Clungup 2 Bagian Barat Kabupaten Malang. BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 7(1), 282-288.
Zakia, R., & Lestari, F. (2022). Karakteristik Ekologi Ekosistem Mangrove di Perairan Estuari Sei Carang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Jurnal Akuatiklestari, 6(1), 62-68.
Zamdial, Z., Hartono, D., Rhamadhon, A., & Herliany, N. E. (2021). Analisis karakteristik habitat kepiting bakau (Scylla spp.) di ekosistem mangrove Kelurahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan, 10(1), 1–12.
DOI: https://doi.org/10.35308/jlik.v8i1.12542
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Gustina Gustina, Septy Heltria, Mairizal Mairizal, Nelwida Nelwida, Fauzan Ramadan, Ester Restiana Endang Gelis













