PENGARUH PEMBERIAN BAYAM PADA PAKAN TERHADAP DURASI MOULTING KEPITING BAKAU (Scylla olivacea) DI TAMBAK KEPITING BAKAU

Christina Natalia Sihombing, Dede Hartono, Maya Angraini FU

Abstract


Kepiting bakau (Scylla olivacea) adalah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi maka perlu dilakukan peningkatan produksi kepiting bakau baik jumlah maupun kualitasnya. Salah satu perkembangan teknologi budidaya perikanan dalam meningkatkan produksi kepiting bakau yakni produksi kepiting lunak atau kepiting soka (soft shell). Tingginya peminat terhadap kepiting soka akan mendorong para pembudidaya untuk memproduksi lebih banyak kepiting soka. Namun ada kendala yang di alami dalam kegiatan produksi kepiting soka yaitu penggunaan metode mutilasi organ tubuh seperti kaki jalan atau kaki renang, hal seperti ini dianggap tidak layak untuk dilakukan dan melanggar hukum. Berdasarkan uji yang telah dilakukan terbukti bahwa ekstrak bayam dapat diberikan melalui pakan buatan dan efektif mempercepat moulting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung durasi moulting kepiting bakau di tambak kepiting yang diberi tambahan bayam dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental, rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan memiliki 3 ulangan, pengamatan dilakukan setiap 24 jam. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh konsentrasi bayam terhadap durasi moulting kepiting bakau. Dengan uji Beda Nyata Terkecil maka diketahui bahwa penambahan bayam 60 gr (P4) merupakan konsentrasi yang paling baik, yaitu dengan rata-rata moulting 13 hari dan menjadi durasi yang paling cepat dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Hasil pengukuran parameter kualitas air didapatkan suhu berkisar 28-31 oC, salinitas berkisar antara 22-25 ppt, derajat keasaman (pH) berkisar 6,9-7,3 dan oksigen terlarut berkisar antara 5,4-6,3 mg/l. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas perairan cukup baik dan mendukung kehidupan kepiting bakau.


Full Text:

PDF

References


Adha, M. 2015. Analisis Kelimpahan Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Kawasan nangrove Dukuh Senik, Desa Bendono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. [Skripsi]. Jurusan Pendidikan Biologi. Universitas Walisongo Semarang. 74 hlm.

Bakrim A, Maria A, Sayah A, Lafont R, & Takvorian N. 2008. Ecdysteroids in spinach (Spinacia oleracea L.): Biosiynthesis, transport and regulation of levels. Online Abstract. Plant Physiology and Biochemistry, 46 (10): 844-854.

Christensen SM., Macintosh DM., Phuong NT. 2004. Pond Production of The Mud Crabs Scylla paramamosain (Estampador) and S. Olivacea (Herbin The Mekong Delta, Vietnam, Using Two Differensupplementary Diets. Aquaculture Research (35): 1013-1024.

Dwi Agus P, Andika. 2013. Penambahan Air Kapur dan Bayam pada Pakan untuk Mempersingkat Durasi Molting Kepiting Bakau (Scylla serrata) Jantan. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 2(3).

Feldman, J.I.G. 2009. Phytoecdysteroids; Understanding Their Anabolic Activity. Dissertation. The State University of New Jersey. 143 hal.

Fujaya, Y. 2007. Mempersiapkan Kepiting Menjadi Komoditas Andalan. Unhas.

Fujaya Y, Suryati, Nurcahyono, Alam. 2008. Titer Ekdisteroid Hemolimph Dan Cirri Morfologi Rajungan Selama Fase Molting Dan Reproduksi. Jurnal Torani, 18(3) : 266-274.

Fujaya Y., D.D. Trijuno, dan E. Suryati. 2008. Pengembangan Teknologi Produksi Rajungan Lunak Hasil Pembenihan dengan Memanfaatkan Ekstrak Bayam Sebagai Stimulan Molting. Laporan Penelitian Tahun II, RISTEK-program insentif riset terapan, MENRISTEK. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Fujaya Y, S. Aslamyah, Mufidah, & L.F. Mallombasang. 2009. Peningkatan Produksi dan Efisiensi Proses Produksi Kepiting Cangkang Lunak (Soft shell crab) Melalui Aplikasi Teknologi Industri Molting yang Ramah Lingkungan. Laporan Penelitian Tahun I, RAPID, DIKTI. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Harianto, E. 2015. Kinerja Produksi Kepiting Bakau (Scylla serrata) Cangkang Lunak pada Metode Pemotongan Capit dan Kaki Jalan, Popey dan Alami. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. Vol. 15(1) : 15-21.

Karim, M. Y. 2013. Kepiting Bakau (Scylla spp.) Bioekologi, Budidaya dan Pembenihannya. Penerbit Yarsif Watampone, Jakarta.

Kordi. 2004. Budidaya Kepiting di Tambak Sistem Polikultur. Semarang. Dahara Prize.

Meyer, J.R. 2007. Morphogenesis. Department of entomologi NC State University. Diunduh tanggal 27 September 2007.

Permadi, S., & Juwana, S. 2016. Penetapan Kebutuhan Harian Pakan Ikan Rucah untuk Penggemukan Kepiting Bakau di Keramba Jaring Dasar. OLDI (Oseanologi dan Limnologi di Indonesia), 1(1)) : 75-83.

Situmorang, N.O. 2012. Perbandingan Metode Destruksi Kering dengan Destruksi Basah Terhadap Kadar Ion Kalsium pada Daun Tanaman Bayam Merah dan Daun Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus Tricolor) Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Universitas Sumatra Utara: Skripsi.




DOI: https://doi.org/10.35308/jlaot.v2i2.3067

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Christina Natalia Sihombing, Dede Hartono, Maya Angraini FU

                                 Jurnal Laot Ilmu Kelautan 
                    e-ISSN: 2684-7051  I  DOI: 10.35308
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681, Indonesia
(0655) 7110535 l +6285361163215 l +6282268863033
License Creative Commons is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License