Studi Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Kuala Gigeng, Kabupaten Aceh Besar

Nanda Muhammad Razi, Muhammad Agustiar, Muhammad Rizki Fazillah, Rauzatul Sakinah, Chitra Octavina

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos di Perairan Kuala Gigeng dari tahun 2017 sampai 2019.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kelas makrozoobenthos yaitu kelas Crustacea yang terdiri dari spesiesGrapsus albolineatus, Strombidae, Cancelaridae, dan kelas Gastropoda terdiri dari spesiesMarginella nebulosa, dan Marginella sp.. Secara keseluruhan kepadatan makrozoobenthos berkisar antara 0,06-0,12 ind/m2. Indeks keanekaragaman makrozoobenthos tergolong kedalam kategori rendah, keseragaman tergolong rendah dan dominansi tergolong ke dalam ketagori tinggi.

Kata kunci:  Bioindikator, Kuala Gigeng, Makrozoobenthos, Struktur Komunitas


Full Text:

PDF

References


Barus, T.A. 2004. Pengantar Limnologi Studi tentang Ekosistem Sungai dan Danau. Program Studi Biologi. Fakultas MIPA USU. Medan.

Brower, J. E., Zar, J. H., dan Von Ende, C. N. 1998. Field and Laboratory Methods for General Ecology. Brown Company Publisher. Iowa.

Dharma, B. 1988. Siput dan Kerang Indonesia (Indonesian shells I). Penerbit: PT. Sarana Graha. Jakarta.

El Fajri, N., dan Kasry, A. 2013. Kualitas Perairan Muara Sungai Siak Ditinjau dari Sifat Fisik-Kimia dan Makrozoobentos. Berkala Perikanan Terubuk, 41(1), 37-52.

Fastawa, F., Agustina, E., dan Kamal, S. 2019. Keanekaragaman Makrozoobenthos sebagai Bioindikator Pencemaran di Kawasan Payau Krueng Aceh. In: Prosiding Biotik, 5(1): 390-396.

Fadli, N., Setiawan, I., dan Fadhilah, N. 2012. Keragaman Makrozoobenthos di Perairan Kuala Gigieng Kabupaten Aceh Besar. Depik, 1(1): 45-52.

Fitriana, Y. R. 2006. Keanekaragaman dan Kemelimpahan Makrozoobentos di Hutan Mangrove Hasil Rehabilitasi Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali. Biodiversitas, 7(1): 67-72.

Indarmawan, T., dan Manan, A. 2011. Pemantauan Lingkungan Estuaria Perancak Berdasarkan Sebaran Makrobenthos. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 3(2): 215-220.

Indrawan, G. S., Yusup, D. S., dan Ulinuha, D. 2016. Asosiasi Makrozoobentos pada Padang Lamun di Pantai Merta Segara Sanur, Bali. Jurnal Biologi Udayana, 20(1): 11-16.

Irham, M., Ihsan, M., Octavina, C., Sugianto, S., Firman, M., dan Batubara, A. S. 2020. The abundance and diversity of benthic community in Krueng Cut estuary, Banda Aceh, Indonesia. Biharean Biologist, 14(2), 85-89.

Krebs, C. J. 1989. Ecological Methodology. Harper Collins. New York City.

Munandar A., Sarong M. A. dan Karina, S. 2016. Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Estuari Kuala Rigaih Kecamatan Setia Jati Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(3): 331-336

Octavina, C., Dewiyanti, I., Nurfadillah, N., Ulfah, M., Razi, N. M., Sakinah, R., dan Agustiar, M. 2019. Community structure of macrozoobenthos in Lamnyong River, Aceh Province. In: IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 348(1): p. 012070.

Octavina, C., Razi, N. M., Agustiar, M., Sakinah, R., Fazillah, M. R., dan Sahidin, A. 2021. Biological community structure in Krueng Sarah River, Aceh Besar District. In: IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 674(1): p. 012065.

Odum, E. P. 1993. Basics of Ecology. Third Edition. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Pagoray, H., dan Udayana, D. 2018. Analisis Kualitas Plankton dan Benthos Tambak Bontang Kuala Kota Bontang Kalimantan Timur. Jurnal Pertanian Terpadu, 6(1): 30-38.

Purnama, P.R., N. W. Nastiti, M.E. Agustin, dan M. Affandi. 2011. Diversitas Gastropoda di Sungai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Berkala Penelitian Hayati, 16(2): 143-147.

Purnami, A. T., dan Sunarto, S. P. 2010. Study of bentos community based on diversity and similarity index in Cengklik DAM Boyolali. Ekosains, 2(2): 50-65.

Ridwan, M., Fathoni, R., Fatihah, I., dan Pangestu, D. A. 2016. Struktur Komunitas Makrozoobentos di Empat Muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 9(1), 57-65.

Rudiyanti, S. 2009. Kualitas perairan sungai Banger Pekalongan berdasarkan indikator biologis. SAINTEK PERIKANAN: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 4(2): 46-52.

Tarwotjo, U., Rahadian, R., dan Hadi, M. 2018. Community structure of macrozoobenthos as bioindicator of pepe river quality, Mojosongo Boyolali. In Journal of Physics: Conference Series, 1025(1): p. 012039.




DOI: https://doi.org/10.35308/jlaot.v3i1.3379

Refbacks



Copyright (c) 2021 Nanda Muhammad Razi

                                 Jurnal Laot Ilmu Kelautan 
                    e-ISSN: 2684-7051  I  DOI: 10.35308
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681, Indonesia
(0655) 7110535 l +6285361163215 l +6282268863033
License Creative Commons is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License