Degradasi Ekosistem Lamun di Perairan Ahmad Rhang Manyang, Kabupaten Aceh Besar

Muhammad Rizki Fazillah, Muhammad Agustiar, Rauzatul Sakinah, Nanda Muhammad Razi, Chitra Octavina, Maria Ulfah

Abstract


Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang penting dalam pengelolaan wilayah pesisir sehingga dibutuhkan kajian-kajian sebagai acuan pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru sebagai acuan informasi yang berguna dalam pengelolaan dan pengambilan kebijakan yang tepat terkait kelestarian ekosistem lamun di perairan Ahmad Rhang Manyang, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis lamun yang ditemukan yaitu Halodule pinifolia dan Halophila ovalis. Penutupan lamun tertinggi yaitu dari jenis Halodule pinifolia dengan nilai 4,70 % sedangkan jenis Halophila ovalis yaitu 0,03 %. Nilai kerapatan tertinggi dari jenis Halodule pinifolia yaitu 66,14 ind/m2, sedangkan dari jenis Halophila ovalis sebesar 0,93 ind/m2. Indeks penutupan lamun dari masing-masing spesies termasuk dalam kategori miskin/rusak.

Kata kunci :  Ekosistem lamun, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Kerapatan lamun, Tutupan lamun.


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Besar. 2020. Aceh Besar dalam Angka 2020. BPS Kabupaten Aceh Besar. Aceh.

Bortone SA. 2000. Seagrasses: Monitoring, Ecology, Physiology and Management. CRC Press, Florida.

Braun-Blanquet, J. 1965. Plant Sociology: The Study of Plant Communities. Hafner, London.

Brower, J. E., Zar, J. H., dan Von Ende, C. N. 1998. Field and Laboratory Methods for General Ecology. Brown Company Publisher. Iowa.

Den Hartog, C. 1970. The Seagrasses of the World. North Holland Publ, Amsterdam.

DKP Aceh Besar. 2011. Statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2010. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Besar. Jantho.

Kasim, M., A. Pratomo, dan Muzahar. 2013. Struktur Komunitas Padang Lamun pada Kedalaman yang Berbeda di Perairan Desa Berakit Kabupaten Bintan. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Universitas Raja Ali Haji, Riau.

Kiswara, W. 2004. Kondisi Padang Lamun (Seagrass) di Rataan Terumbu Teluk Banten 1998-2001. Lembaga Penelitian Oseanografi. Lipi, Jakarta.

Kiswara, W. 2009. Perspekif Lamun Dalam Produktivitas Hayati Pesisir. Dalam Prosiding Lokakarya Nasional I Pengelolaan Ekosistem Lamun. Jakarta.

Kuo, J. 2007. New Monoecious Seagrass of Halophila Sulawesii (Hydrocharitaceae) from Indonesia. Aquatic Botany, 87(2): 171-175.

Larkum, A. W. D., Orthm R. J, dan Duarte, C. M. 2006. Seagrasses: Biology, Ecology, and Conservation. Spinger, Netherlands.

Maulida, A., El Rahimi, S. A., dan Kurnianda, V. 2018. Struktur Komunitas Padang Lamun Pada Kedalaman Yang Berbeda Di Teluk Ahmad Rhang Manyang, Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, (3)1: 1-11.

McKenzie, L. J. 2008. Seagrass Educators Handbook. Northern Fisheries Centre. Australia.

McKenzie, L. J., Yoshida, R. L., Mellors, J. E., dan Coles, R. G. 2009. Seagrass-watch. In Proceedings of a Workshop for Monitoring Seagrass Habitats in Indonesia. The Nature Concervancy, Coral Triangle Center, Sanur, Bali.

Nur, M.A. 2004. Distribusi Spasial Lamun dan Kaitannya dengan Faktor Oseanografi serta Preferensi Lamun Terhadap Substrat di Perairan Pulau Kodingareng, Kota Makassar. Skripsi (tidak dipublikasikan). Jurusan Ilmu Kelautan. UNHAS. Makassar.

Octavina, C., Fazillah, M. R., Ulfah, M., Puranawan, S dan Perdana, A. W. 2020. Keragaman Lamun Sebagai Potensi Pakan Dugong dugon Di Teluk Lamteng, Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(1), 69-79.

Phillips, R.C., E.G. Menez. 1988. Seagrass in: Smithsonian Contribusion to the Marine Science no. 34. Smithsonian Institution Press. Washington, D.C.

Rahmawati, S. 2011. Ancaman Terhadap Komunitas Padang Lamun. Oseana, 36(2): 49-58.

Saito, Y. dan S. Atobe. 1970. Phytosociological Study of Intertidal Marine Algae: Ⅰ. Usujiri Benten-Jima, Hokkaido. Jurnal penelitian Fakultas Perikanan, Universitas Hokkaido, 21(2); 37-69.

Saswito, H. 2015. Kajian Struktur Komunitas Lamun Di Pulau Matahari Aceh Singkil. Skripsi. Fakultas Kelautan dan Perikanan UNSYIAH, Banda Aceh.

Shafai, A.E. 2011. Field Guide to Seagrass of The Red Sea. 1st ed. Gland, Switzerland: IUCN and Courbevoice, France.

Siringoringo, R. M dan T. A. Hadi. 2013. Kondisi Dan Distribusi Karang Batu (Scleractinia corals) Di Perairan Bangka. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 5(12): 273-285.




DOI: https://doi.org/10.35308/jlaot.v3i1.3471

Refbacks



Copyright (c) 2021 Muhammad Rizki Fazillah

                                 Jurnal Laot Ilmu Kelautan 
                    e-ISSN: 2684-7051  I  DOI: 10.35308
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681, Indonesia
(0655) 7110535 l +6285361163215 l +6282268863033
License Creative Commons is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License