Peran Dinas Sosial Dalam PenanganaPERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SIMEULUE (STUDI KASUS DI KECAMATAN ALAFAN)

zul rahmad atami

Abstract


Masalah anak putus sekolah merupakan isu sosial yang signifikan di Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue, yang berpotensi meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab, peran, serta upaya Dinas Sosial dalam penanganan anak putus sekolah di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab putus sekolah bersifat multidimensi, meliputi ekonomi, sosial budaya, fasilitas pendidikan, serta lingkungan dan motivasi anak. Peran Dinas Sosial tidak terbatas pada bantuan material, tetapi mencakup aspek pemberdayaan, pembinaan, dan kolaborasi lintas sektor. Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi pendataan, bantuan sosial, pemberdayaan keluarga, penyuluhan, dan kolaborasi. Simpulan penelitian menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan berkelanjutan dalam menekan angka putus sekolah.


Full Text:

PDF

References


A. Buku

Becker, G. S. (1964). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education. University of Chicago Press.

Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241-258). Greenwood.

Hanushek, E. A., & Woessmann, L. (2015). The Knowledge Capital of Nations: Education and the Economics of Growth. MIT Press.

OECD. (2021). The State of School Education: One Year into the COVID Pandemic. OECD Publishing.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu Pengantar (Edisi 1). RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D (Cetakan ke-2, Edisi ke-3). Alfabeta.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development (Edisi ke-12). Pearson.

B. Jurnal

Alifa, V. N. (2023). Analisis Faktor Penyebab Meningkatnya Angka Putus Sekolah di Indonesia Pada Tahun 2022. Jurnal Pendidikan Sultan Agung, 3(2), 175–182.

Aminah, W., & Chalid, I. (2023). Anak Putus Sekolah: Kajian Antropologi Pendidikan pada Keluarga Nelayan di Aceh Utara. Aceh Anthropological Journal, 7(1), 13-25.

Budi Lestari, A. Y., Kurniawan, F., & Bayu Ardi, R. (2020). Penyebab Tingginya Angka Anak Putus Sekolah Jenjang Sekolah Dasar (SD). Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 299–308.

Putnam, R. D. (1993). The Prosperous Community: Social Capital and Public Life. The American Prospect, 4(13), 35-42.

Riswan, A., Evelin, K., & Lumintang, J. (2022). Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Desa Sonuo Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Journal Ilmiah Society, 2(1), 1–10.

Schultz, T. W. (1961). Investment in Human Capital. The American Economic Review, 51(1), 1-17.

Uncup Supriatna. (2023). Inisiatif Partisipasi Sosial dalam Mengatasi Anak Putus Sekolah (Kolaborasi Lembaga Pemerintah, LSM, Masyarakat). Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 15(1), 88-102.

C. Seminar Prosiding / Konferensi

Septianto, A. (2021). Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Era Pandemi. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 2(1), 45-56.




DOI: https://doi.org/10.35308/ekombis.v12i1.14125

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 EKOMBIS: JURNAL FAKULTAS EKONOMI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.