Dekonstruksi Elastisitas Transmisi Non-Linear Harga Bahan Bakar Minyak Non-Subsidi terhadap Pembentukan Cost-Push Inflation di Kabupaten Aceh Barat
Abstract
Kebijakan pelepasan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi pada mekanisme pasar (floating price) telah menciptakan kerentanan baru berupa guncangan sisi penawaran. Wilayah periferal seperti Kabupaten Aceh Barat memiliki risiko asimetri spasial yang tinggi terhadap fenomena price pass-through effect yang agresif akibat ketergantungan absolut pada sektor transportasi darat dalam rantai pasoknya. Diskursus akademik mengenai inflasi akibat BBM selama ini mengalami research gap karena cenderung bias pada agregasi data nasional atau terpusat di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi dan mengukur secara empiris tingkat elastisitas transmisi harga BBM non-subsidi terhadap pembentukan cost-push inflation di Kabupaten Aceh Barat melalui pendekatan ekonomi spasial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan mengadopsi Regresi Polinomial Orde-2 (Kuadratik) berbasis data deret waktu mingguan (high-frequency data) periode pasca-Juni 2026. Teknik data centering diaplikasikan sebelum transformasi polinomial untuk mengeliminasi structural multicollinearity. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh data variabel telah stasioner pada tingkat first difference (I(1)). Model kuadratik terpilih sebagai spesifikasi yang paling robust (AIC = 185,12; Adjusted R-Squared = 0,812) serta berhasil memenuhi seluruh postulat Gauss-Markov (BLUE). Pengujian hipotesis membuktikan bahwa dinamika harga BBM non-subsidi secara simultan memiliki pengaruh determinan yang solid terhadap pembentukan inflasi daerah (p < 0,001). Secara parsial, kontribusi kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada penemuan parameter kuadratik (β2) yang bernilai positif (0,0089; p < 0,001), yang membuktikan bahwa fungsi transmisi cost-push inflation membentuk kurva parabola cembung ke bawah atau terakselerasi secara eksponensial. Secara teoritis, penemuan ini mengonfirmasi eksistensi threshold effect dan market panic di tingkat regional. Ketika eskalasi harga energi melampaui batas toleransi psikologis, pelaku sektor distribusi akan membebankan biaya freight secara exponensial sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Implikasi praktis dari studi ini mendesak Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Aceh Barat untuk memformulasikan model mitigasi inflasi yang presisi dan berbasis pada karakteristik rantai pasok lokal, alih-alih bersifat reaktif.
Kata Kunci: BBM Non-Subsidi, Cost-Push Inflation, Regresi Polinomial, Ekonomi Spasial, Kabupaten Aceh Barat
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.35308/jbksm.v10i1.16260
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Bisnis dan Kajian Strategi Manajemen (JBKSM)
Editorial Office
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Teuku Umar
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681, Indonesia
jbksm@utu.ac.id
+6282165076974 l +6285277182682

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


.jpg)



