National language within Language Ecology Framework: A Threat to Vernacular Languages?

Faizatul Husna

Abstract


Abstrak

Pemilihan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, dimulai puluhan tahun silam sejak bangsa Indonesia berjuang meraih kemerdekaan terhadap Belanda. Puncaknya, Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 memberikan ‘status’ yang lebih tinggi kapada bahasa Indonesia diantara bahasa daerah lain. Oleh sebab itu, status bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus mempertimbangkan eksistensi bahasa-bahasa lokal dalam lingkup ekologi bahasa, untuk menjamin keberlangsungan bahasa lokal di masa yang akan datang. Penelitian dokumenter ini bertujuan untuk menyibak proses sejarah perencanaan bahasa (language planning) dan perkembangan bahasa Indonesia era paska kolonial, dimana bahasa Indonesia terpilih untuk menyatukan ratusan bahasa daerah lain. Penelitian ini didasarkan atas laporan media terkemuka di Indonesia (The Jakarta Post, Nova, Republika dan Kompas) dan artikel yang berkaitan dengan isu pergeseran, pemertahanan dan ancaman bahasa daerah serta langkah-langkah yang diambil untuk melindungi bahasa daerah yang minoritas.

 

Kata kunci: bahasa daerah, status, pergeseran dan pemertahanan, ekologi bahasa.

Keywords


bahasa daerah, status, pergeseran dan pemertahanan, ekologi bahasa.

Full Text:

PDF

References


Arka, I. W. (2005, July). Spatial expressions in Balinese and Rongga. In Congress of the Indonesian Linguistics Society, Padang, Indonesia (pp. 18-21).

Arka, I. W. (2013). Language management and minority language maintenance in (eastern) Indonesia: strategic issues. Retrieved from http://scholarspace.manoa.hawaii.edu/bitstream/handle/10125/4568/Arka.pdf?sequence=5

Bahasa daerah semakin punah [Local language under threat of extinction]. (2014, March 5). Republika. Retrieved from http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/14/03/04/n1wzn0-bahasa-daerah-semakin-punah

Bahasa daerah terancam. [Local languages are threatened].(2015, March 26).Kompas. Retrieved from http://print.kompas.com/baca/2015/03/26/Bahasa-Daerah-Terancam

Coulmas, F. (2013). Sociolinguistics: The study of speakers' choices. Cambridge University Press.

Creese, A., & Martin, P. (2003). Multilingual classroom ecologies: Inter-relationships, interactions and ideologies. International Journal of Bilingual Education and Bilingualism, 6(3-4), 161-167.

Duchêne, A,. & Heller, M. (Eds.). (2007). Discourses of endangerment: Ideology and interest in the defence of languages. Bloomsbury Publishing.

Lauder, A. (2008). The status and function of English in Indonesia: a review of key factors. Makara, Sosial Humaniora, 12(1), 9-20.

Lewis, M. P., & Simons, G. F. (2010). Assessing endangerment: expanding Fishman’s GIDS. Revue roumaine de linguistique, 2, 103-119.

Liddicoat, A., & Baldauf, R. B. (Eds.). (2008). Language planning and policy: Language planning in local contexts. Multilingual Matters.

McCarty, T. L., Romero, M. E., & Zepeda, O. (2006). Reclaiming the gift: Indigenous youth counter-narratives on Native language loss and revitalization. The American Indian Quarterly, 30(1), 28-48.

Mesthrie, et.al. (2009). Introducing sociolinguistics. Edinburgh University Press.

Paauw, S. (2009). One land, one nation, one language: An analysis of Indonesia’s national language policy. University of Rochester Working Papersin the Language Sciences, vol5, 1, 2-16.

Phillipson, R., Skutnabb-Kangas, T., & Rannut, M. (1994). Linguistic human rights. Mouton, Berlin.

Pupils learn best in local languages, say. (2014, September 26). Retrieved from http://www.thejakartapost.com/news/2014/09/26/pupils-learn-best-local-languages-say.html

Scott, J. (2014). A matter of record: Documentary sources in social research. John Wiley & Sons.

Sugiharto, S. (2013). Indigenous language policy as a national cultural strategy. The Jakarta Post. Retrieved from http://www.thejakartapost.com/news/2013/10/28/indigenous-language-policy-a-national-cultural-strategy.html#sthash.T7pwnbVq.dpuf

Sugiharto, S (2007) Indigenous languages in danger of disappearing. The Jakarta Post. Retrieved from http://www.thejakartapost.com/news/2007/10/27/indigenous-languages-danger-disappearing.html-0

Sugiyono. (n.d) Pelindungan Bahasa Daerah dalam Kerangka Kebijakan Nasional Kebahasaan [Local language protection within the national language policy framework]. Retrieved from http://blog.apastyle.org/apastyle/2010/11/how-to-cite-something-you-found-on-a-website-in-apa-style.html

SURVEI NOVA: Mayoritas Ibu di Indonesia Sudah Mengajarkan "Bahasa Ibu” pada Anak [NOVA SURVEY: Most Indonesian moms have started to teach “mother tongue” to their children]. (2015, February 28). NOVA. Retrieved from http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/SURVEI-NOVA-Mayoritas-Ibu-di-Indonesia-Sudah-Mengajarkan-Bahasa-Ibu-pada-Anak-2/

Widodo, H. P., & Fardhani, A. E. (2013). The language rights of indigenous languages: An approach to maintaining Indonesia's linguistic and cultural diversity. New York: Nova Science Publishers, Inc.




DOI: https://doi.org/10.35308/jcpds.v4i1.189

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Community : Pengawas Dinamika Sosial 
ISSN 2477-5746 (cetak); ISSN 2502-0544 (online)
Prodi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar
Jl. Alue Peunyaring, Ujong Tanoh Darat, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681, Indonesia 
email: jcommunityutu@gmail.com |sosiologi@utu.ac.id| http://sosiologi.utu.ac.id
________________________________________________________________________________

 Community : Pengawas Dinamika Sosial dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0 .