TRANSFORMASI ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL ACEH PASCA MOU HELSINKI

Afrizal Tjoetra

Abstract


Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Aceh telah berproses dengan pendekatan berbeda dalam pembangunan perdamaian. Selama periode konflik, lebih dominan mendorong proses perdamaian, dan bahkan terlibat dalam proses awal damai yang difasilitasi Henry Dunant Center. Pasca gempa dan tsunami akhir 2004, OMS di Aceh aktif terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Berikutnya, pasca MoU Helsinki sejumlah NGO/Ornop/LSM fokus pada advokasi pemenuhan hak korban konflik, pemberdayaan ekonomi dan advokasi kebijakan. Salahsatu advokasi kebijakan yang penting dan strategis berlangsung selama pembentukan UU Pemerintah Aceh (UUPA).Tulisan ini hendak menggambarkan transformasi OMS di Aceh, baik berdasarkan isu yang ditangani maupun perannya. Kajian literatur menjadi pilihan dalam penulisan ini, yang didukung berbagai dokumen yang berhubungan dengan OMS di Aceh. Peran OMS di Aceh berlangsung sesuai perubahan situasi, dari konflik menuju damai. Jika sebelum MoU pendekatannya konfrontatif dengan penentu kebijakan maka dalam pembangunan perdamaian menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Upaya-upaya kemitraan menjadi pengalaman baru,  baik terhadap pemerintah maupun sejumlah OMS yang terlibat. Begitu juga dengan fokus agenda, pasca MoU lebih mengacu pada formulasi kebijakan serta memastikan pelaksanaannya guna mendorong tatapemerintahan yang baik, bersih, dan terbuka, meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan, memastikan dan memperluas keterbukaan informasi publik, peningkatan kesejahteraan hidup melalui  pemenuhan layanan dasar dan program pengembangan ekonomi, baik untuk korban konflik, bencana tsunami maupun kelompok masyarakat marjinal lainnya.

 

Kata kunci: Transformasi, OMS, Konflik, Perdamaian.


Full Text:

PDF

References


Al-Chaidar, Sayed Mudhahar Ahmad, dan Yarmen Dinamika (1998). Aceh Bersimbah Darah: Mengungkap Penerapan Status Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh 1989-1998. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Askandar, Kamarulzaman (2005) The Aceh Conflict and The Role of Civil Society. Kertas bentangan pada “Workshop on the Roles of Civil Society in Peace Building in Southeast Asia. Dianjurkan oleh Departemen Peace and Conflict Research, Uppsala University, Sweden.

Askandar, Kamarulzaman (2006). Budaya Perdamaian Budaya Kita. Penang: REPUSM dan SEACSN.

Chairul Fahmi et.al. (2014). Relasi Politik OMS dengan Partai Politik: Sebuah Dinamika dan Tantangan Gerakan Sipil di Aceh. The Aceh Institute & The Asia Foundation.

Culla, Adi Suryadi (1999). Masyarakat Madani: Pemikiran, Teori dan Relevansinya dengan Cita-cita Reformasi. Ed. 1., Cet. 1, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Culla, Adi Suryadi (2006). Rekonstruksi Civil Society : Wacana dan Aksi Ornop di Indonesia. Jakarta: Pustaka LP3ES.

Eko, Sutoro. et. al (2009). Masyarakat Sipil Mendemokrasikan Daerah. Jakarta: YAPPIKA.

Eko, Sutoro dan Afrizal Tjoetra (2012). Membangun Perdamaian Aceh : Pelajaran dan Sumbangan Organisasi Masyarakat Sipil melalui TERAPAN. Aceh Development Fund (ADF).

Fisher dkk. (2001). Mengelola Konflik: Ketrampilan dan Strategi Untuk Bertindak. Jakarta: Responding RTC to Conflict

Ferry Mursyidan Baldan (2007). Pondasi Menuju Perdamaian Abadi. Jakarta: Suara Bebas.

Hikam, M.A.S. (1997). Demokrasi dan Civil Society. Jakarta : LP3ES.

Lederach, John Paul. (1996). Remember and Change: Peace and Reconciliation Conference,Enniskillen: Fermanagh District Partnership.

Lederach, John Paul. (1997). Building Peace: sustainabele reconciliation in divided societies. Washington, D.C: United States Institutes of Peace Press.

Lederach, John Paul. (2003). The Little Book of Conflict Transformation. Intercourse – Good Book.

Lukman (2007). Peranan Masyarakat Sivil dalam Transformasi Konflik di Aceh, Penang: University Sains Malaysia.

Otto Syamsuddin Ishak (2000). Dari Maaf ke Panik Aceh: Sebuah Sketsa Sosiologi-Politik. Jakarta: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP).

Otto Syamsuddin Ishak (2005). Bandar: Refleksi tentang Aceh. Jakarta: acehkita.

Rochman, Meutia Ghanie (1999),Masyarakat versus Negara: Opini Masyarakat Reformasi Kehidupan Berbangsa, Jakarta: Kompas.

Salim, Agus – penyunting (2001). Teori dan Paradigma Penelitian Sosial (dari Denzin Guba dan Penerapannya). Yogya: PT. Tiara Wacana.

Susan, Novri (2009). Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu-isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenada Media Gorup.

Suryaningati, Abdi – Penyunting (2003), Menilai Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Sipil: Petunjuk Penggunaan Indeks Masyarakat Sipil CIVICUS. Jakarta: YAPPIKA.

Tim Penulis Salemba Tengah (2007). Mengawal Demokrasi: Pengalaman Jaringan Demokrasi Aceh dan RUUPA. Jakarta: YAPPIKA.

Tjoetra, Afrizal dan Ferry Yuniver --- editor (2009). Investasi untuk Perubahan di Aceh. Banda Aceh: IMPACT.

Tjoetra, Afrizal (2014). Partisipasi Publik dan Pembangunan Perdamaian di Aceh Pasca MoU Helsinki. Jurnal “DIMENSI”, Program Studi Sosiologi-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Universitas Trunojoyo Madura. Volume 6, Nomor 1, Juni 2014. ISSN:2085-5060.

Tjoetra, Afrizal dan Kamarulzaman Askandar (2014). Peran OMS dalam Pembangunan Perdamaian Aceh. Jurnal Pasai, LPPM Universitas Malikussaleh. Vol. 8 No.1, Mei 2014. ISSN:1979-1755.

Trijono, Lambang. (2007). Pembangunan Sebagai Perdamaian: Rekonstruksi Indonesia Pasca-Konflik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Trijono, Lambang. (2009), “Pembangunan Perdamaian dan Peran Masyarakat Sipil di Indonesia”, dalam Prihatono, TH. et. al.,Post-Conflict Peacebuilding: Naskah Akademik untuk Penyusunan Manual, Jakarta: ProPatria Institute.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.




DOI: https://doi.org/10.35308/jcpds.v2i3.96

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Community  : Pengawas Dinamika Sosial  (JCPDS)
ISSN 2477-5746 (cetak); ISSN 2502-0544 (online)
Prodi Sosiologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar
Meulaboh - Kabupaten Aceh Barat
email: jcommunityutu@gmail.com |sosiologi@utu.ac.id| http://sosiologi.utu.ac.id
________________________________________________________________________________

 Jurnal Community: Pengawas Dinamika Sosial dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0 .