Analisis Kondisi Terumbu Karang di Kawasan Pencadangan Konservasi Perairan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu

Nella Tri Agustini, Ayub Sugara, Ari Anggoro, Akbar Abdurrahman Mahfudz, Ali Muqsit

Abstract


Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir Kabupaten Kaur. Ekosistem ini merupakan habitat penting bagi biota laut yang ada di dalamnya, seperti Gurita, Lobster dan Lola yang tersebar pada ekosistem Terumbu Karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi Terumbu Karang di Kawasan Pencadangan Konservasi Perairan Kabupaten Kaur. Penelitian ini dilakukan pada 3 (tiga) titik pengamatan yaitu Desa Sekunyit, Desa Merpas dan Desa Linau, yang masuk ke dalam Kawasan pencadangan Konservasi Perairan Kabupaten Kaur. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) pada kedalaman 5-7 meter, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Coral Point Count with Excel extensions untuk memperoleh persentase tutupan substrat bentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan karang hidup di Desa Sekunyit sebesar 49,25%, Desa Linau 68,41%, dan Desa Merpas 57,20%, sedangkan tutupan karang mati masing-masing sebesar 48,22%, 29,64%, dan 41,53%. Spesies karang yang ditemukan terdiri atas 26 spesies di Sekunyit, 25 spesies di Linau, dan 19 spesies di Merpas. Berdasarkan baku mutu kondisi terumbu karang menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2001, kondisi terumbu karang di wilayah penelitian termasuk dalam kategori sedang hingga baik dengan tutupan karang hidup berkisar antara 49,25–68,41%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di kawasan pencadangan konservasi perairan Kabupaten Kaur masih memiliki kondisi yang relatif baik dan berpotensi mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir. Informasi ini penting sebagai dasar dalam pengelolaan dan upaya konservasi terumbu karang di wilayah pesisir Kabupaten Kaur.


Keywords


terumbu karang; Kaur; konservasi

Full Text:

PDF

References


Aeby, G.S., Howells, E., Work, T., Abrego, D., Williams, G.J., Wedding, L.M., Caldwell, J.M., Moritsch, M., Burt, J.A., 2020. Localized outbreaks of coral disease on Arabian reefs are linked to extreme temperatures and environmental stressors. Coral Reefs 39, 829– 846. https://doi.org/10.1007/s00338-020-01928-4

Burke, L., McManus, J., Spalding, M., & Perry, A. (2011). Ecosystem-based management of coral reefs under climate change. World Resources Institute.

Burke, L., Reytar, K., Spalding, M., & Perry, A. (2012). Reefs at Risk Revisited. World Resources Institute.

Dikmenli, M. (2010). Misconceptions of cell division held by student teachers in biology: A drawing analysis. Scientific Research and Essay, 5(2), 235–247. http://www.academicjournals.org/SRE

Dikmenli, M., & Gaffar, S., (2010). Misconceptions of cell division held by student teachers in biology: A drawing analysis. Scientific Research and Essay, 5(2), 235–247. http://www.academicjournals.org/SRE

Done, T. J. (1983). Coral zonation: its nature and significance. Perspectives on Coral Reefs, 107–147.

English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1997). Survey Manual for Tropical Marine Resources. AIMS. Fabricius, K. E. (2005). Effects of terrestrial runoff on the ecology of corals and coral reefs. Marine Pollution Bulletin, 50, 125–146.

Firdaus, M., & Mazlan. (2020). Species Diversity And Conservation Status Of Ray Fish

(Elamobranchii) In Tarakan Water. Jurnal Harpodon Borneo, 13(1).

Gomez, E. D., Alino, P. M., Yap, H. T., & Licuanan, W. Y. (1994). A review of the status of

Philippine reefs. Marine Pollution Bulletin, 29, 62–68.

Haryono, M. G., Firdaus, M., Sumarlin, Gaffar, S., & Mazlan. (2020). Species Diversity And

Conservation Status Of Ray Fish (Elamobranchii) In Tarakan Water. Jurnal Harpodon Borneo,

(1).

Howells, E.J., Vaughan, G.O., Work, T.M., Burt, J.A., Abrego, D., 2020. Annual outbreaks of coral

disease coincide with extreme seasonal warming. Coral Reefs 39, 771– 781.

https://doi.org/10.1007/s00338-020- 01946-2

Hughes, T.P., Baird, A.H., Bellwood, D.R., et al. 2003. Climate change, human impacts, and the

resilience of coral reefs. Science, 301: 929-933.

Kohler, K. E., & Gill, S. M. (2006). Coral Point Count with Excel extensions (CPCe): A Visual Basic

program for the determination of coral and substrate coverage using random point count methodology.

Computers & Geosciences, 32(9), 1259–1269. https://doi.org/10.1016/j.cageo.2005.11.009 Nyström,

M., Folke, C., & Moberg, F. (2000). Coral reef disturbance and resilience in a human-

dominated environment. Trends in Ecology & Evolution, 15, 413–417.

Randall, C.J., van Woesik, R., 2017. Some coral diseases track climate oscillations in the Caribbean.

Sci. Rep. 7, 5719. https://doi.org/10.1038/s41598-017- 05763-6

Reid, C., Justin Marshall, Dave Logan and Diana Kleine. 2009. Terumbu Karang dan Perubahan

Iklim. Coral Watch, The University of Queensland. Australia. 256 hal.

Suharsono. (2008). Jenis-jenis Karang di Indonesia. LIPI Press.

Sumarlin, Gaffar, S., & Mazlan. (2020). Species Diversity And Conservation Status Of Ray Fish

(Elamobranchii) In Tarakan Water. Jurnal Harpodon Borneo, 13(1).

Veron, J. E. N. (2000). Corals of the World. Australian Institute of Marine Science.




DOI: https://doi.org/10.35308/jlik.v8i1.14777

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Nella Tri Agustini, Ayub Sugara, Ari Anggoro, Akbar Abdurrahman Mahfudz, Ali Muqsit