Persentase Tutupan Terumbu Karang di Perairan Pulo Kayee Bakongan Timur, Aceh Selatan

Ifvana Ira Yunilda, Mohamad Gazali, Mai Suriani, Hayatun Nufus

Abstract


Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang rentan dengan faktor-faktor antropogenik. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting dilakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang. Tujuan penelitian ini untuk menentukan persentase tutupan terumbu karang di perairan Pulo Kayee Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8 November 2021 di perairan Pulau Kayee Gampong Ujong Pulo Rayeuk Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Point Intercept Transect (PIT) dengan garis transek sepanjang 100 meter sejajar dengan garis pantai. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa substrat dasar pada stasiun 1 adalah Hard coral dengan persentase tutupan sebesar 58,75%, Dead coral with algae sebesar 28,75%, Rubble 7,50%, Rock 4,38%, Sand 0,63%. Pada Stasiun 2 tutupan substrat Hard coral sebesar 51,88%, Dead coral with algae sebesar 24,38%, Rubble 15,63%, Rock 4,38%, Sand 3,75%. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di perairan Pulo Kayee masih berada dalam kategori baik.

Kata kunci :  Persentase tutupan, Pulau Kayee, Terumbu Karang,


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Afni,N.,2017, Kondisi Terumbu Karang Di Pulau Samatellu Pedda Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Makassar, Makassar.

Andrianto. 2016. Variasi Morfologi Karang Bercabang (branching) Berdasarkan Zona Terumbu Karang di Perairan Pulau Badi Kabupaten Pangkop. Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makasar.

English, S., Wilkinson, C., & Baker, V. (1994). Survey manual for tropical marine resources, Australian Institute of Marine Science. Townsville, Australia.

Gea YH. 2018. Hubungan Ekosistem Terumbu Karang dengan Komunitas Ikan Karang di Pulau Unggeh, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatra Utara. Medan.

Giyanto, dkk. Status Terumbu Karang Indonesia. Jakarta: COREMAP-CTI Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI, 2017. Giyanto,et al. "Status terumbu karang Indonesia." Jakarta (ID): Puslit Oseanografi–LIPI (2017).

Hill, J., & Wilkinson, C. L. I. V. E. (2004). Methods for ecological monitoring of coral reefs. Australian Institute of Marine Science, Townsville, 117.

Hodeson. G. Hill. I. Kiene. W. Maun. L. M ihaly. I. Liebeler, J., Shuman, C., & Torres, R. (2006). Reef check instruction manual: a guide to reef check coral reef monitoring. California, USA: Reef Check Foundation. Pacific Palisades.

Holmes, K. E., Edinger, E. N., Limmon, G. V., & Risk, M. J. (2000). Bioerosion of live massive corals and branching coral rubble on Indonesian coral reefs. Marine Pollution Bulletin, 40(7), 606-617.

Jameson, S. C., Ammar, M. S. A., Saadalla, E., Mostafa, H. M., & Riegl, B. (1999). A coral damage index and its application to diving sites in the Egyptian Red Sea. Coral reefs, 18(4), 333-339.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 .2004.Penilaian Kondisi Terumbu Karang.Menteri Lingkungan Hidup. Jakarta.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 .2004. Baku Mutu Air Untuk Biota. Menteri Lingkungan Hidup. Jakarta

Keputusan Mentri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia No. 78/KEPMEN-KP/2020. Kawasan Konservasi Perairan Aceh Besar, Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pinang, Pulau Siumat, Dan Pulau Simanaha, Kawasan Konservasi Perairan, Perairan Aceh Barat Daya, Dan Kawasan Konservasi Perairan Aceh Selatan Di Provinsi Aceh.

Luthfi, O. M., Yulianto, F., Pangaribuan, S. P. C., Putranto, D. B. D., Alim, D. S., & Sasmitha, R. D. (2019). Kondisi Substrat Dasar Perairan Cagar Alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 5(1), 77-83.

Manuputty. A.E., dan Deuwariah. 2009. Panduan Metode Point Intersept Transect (PIT) Untuk Masyarakat Studi Baseline dan Monitoring Kesehatan Karang di Lokasi Daerah Perlindungan Laut. Jakarta: Coral Reef Rehabilitation and Management Program, COREMAP II-LIPI.

Munandar, M., Razi, N. M., Harahap, P. B., Agustiar, M., Bahri, S., Najmi, N., & Rahmayanti, F. (2019). Kondisi Terumbu Karang Dan Komposisi Ikan Karang Di Pulau Rubiah Dan Perairan Iboh. Jurnal Laot Ilmu Kelautan, 1(2), 57-62.

Munua, R., Hamuna, B., & Kalor, J. D. (2019). Tutupan terumbu karang di Perairan Teluk Tanah Merah Kabupaten Jayapura. ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua, 2(1), 30-36.

Nababan, R.M. 2009. Presentase Tutupan (Percent Cover) Terumbu Karang Di Bagian Timur Perairan Pulau Rubiah Nanggro Aceh Darussalam. Skripsi. Universitas Sumatra Utara. Medan.

Najmi N, Fazillah MR, Agustiar M. 2021. Kondisi Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Selat Malaka Kawasan Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Basar. Jurnal Perikanan Tropis. Vol 8,No 1,2021

Permana, R., Akbarsyah, N., Putra, P. K., & Andhikawati, A. (2020). Analysis Condition of Coral Reef Covering in Pramuka Island Waters, Seribu Islands using Line Intercept Transect (LIT) Method. Jurnal Riset Biologi Dan Aplikasinya, 2(2), 77-81.

Ramses, R. (2015). Analisis Kesesuaian Lokasi Untuk Aplikasi Teknologi Terumbu Buatan Untuk Peningkatan Hasil Perikanan Dan Rehabilitasi Lingkungan Laut. JURNAL DIMENSI, 4(1).

Rizal, S., Pratomo, A., & Irawan, H. (2016). Tingkat Tutupan Ekosistem Terumbu Karang Di Perairan Pulau Terkulai. Repository UMRAH.

Supriharyono,2007. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang, Djambatan. Jakarta,118 hal.

Supriyono. D, 2019, Terumbu Karang, ISBN 978-979-053-044-7, ALPRIN, Semarang.

Thamrin, D. R. (2006). Karang Biologi Reproduksi dan Ekologi. Minamandiri Pres. Riau Pengaruh Alga Koralin Lithophyllum Sp terhadap Metamorfosis dan Penempelan Planula Acropora Spp (Afrinal Pilly, Ambariyanto.




DOI: https://doi.org/10.35308/jlik.v4i1.4623

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 ifvana ira yunilda, Mohamad Gazali