Strategi Kesiapan Pemberian Asi Eksklusif Melalui Breast Care Pada Ibu Primigravida

Fitriani Fitriani, Veni Nella Syahputri

Abstract


Pembentukan manusia berkualitas dimulai dari janin dalam kandungan, pemberian nutrisi dan juga pemberian ASI eksklusif termasuk kolostrum tanpa memberikan makanan serta minuman sampai  usia 6 bulan kecuali obat. Pemberian ASI sangat penting untuk tumbuh kembang bayi secara optimal, baik secara fisik maupun mental serta kecerdasan. Breast care (perawatan payudara) merupakan  bagian yang harus diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya karena payudara merupakan organ essensial penghasil ASI  pada bayi. Sejalan dengan hal ini, ibu hamil membutuhkan dukungan serta edukasi tentang implementasi perawatan payudara sehingga memperdalam pengetahuan tentang perawatan payudara yang dapat memperlancar pengeluaran ASI (Kristiyanasari, 2009). Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2015 yaitu 55 %, cakupan ini masih dibawah target sebesar 80 %, keadaan ini sangat penting perlu perhatian khusus dari pemerintah daerah agar cakupan ASI eksklusif meningkat.Desain penelitianini bersifat observasional yaitu dengan intervensi pelatihan perawatan payudara (breast care) pada ibu hamil primigravidapada trisimister III dan penyuluhan tentang ASI eksklusif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Aceh Barat dengan cakupan ASI eksklusif belum mencapai target.Hasil penelitian menunjukan bahwa 77.6% ibu hamil primigravida telah siap memberikan ASI ekslusif melalui breast care (perawatan payudara) yang diikuti dan diintervensi pada masa kehamilan trisimister III hingga ibu melahirkan sampai dengan masa nifas. Pemantauan selama empat minggu ke tempat domisili sampel dilakukan untuk menganalisa tingkat pemahaman ibu tentang implementasi breast care (perawatan payudara) yang disertai pemberian masukan tentang tahapan kerja sistematis oleh bidan terlatih dan peneliti. Dapat disimpulkan bahwa breast care (perawatan payudara) berperan penting dalam memperlancar ASI, mecapai target keberhasilan ASI ekslusif selama 6 bulan, serta berperan penting dalam meningkatkan  persentase cakupan pemberian ASI ekslusif di kabupaten Aceh Barat. 

Full Text:

PDF

References


Asrinah, 2010, Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan, Yogyakarta: Graha Ilmu

Departemen Kesehatan RI, 2005, Strategi Nasional Peningkatan Pemberian Air Susu Eksklusif. Jakarta.

Depkes RI, 2001, Pedoman Penyelenggaran Pelatihan Konseling Menyusui Dan Pelatihan Fasilitator Konseling Menyusui : Jakarta

Carlson, C 2008. Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk Mahasiswa Kebidanan, Jakarta : EGC

Kristiyanasari, 2009. ASI, Menyusui dan Sadari. Yogyakara: Nuha Medika

Ronald, 2011. Pedoman dan Perawatan Kehamilan yang sehat dan Menyenangkan, Bandung.Nuasa Aulia

Roesli, 2005, Mengenal ASI Eksklusif.Jakarta :Agrimidea

Herger B, et al.2008.Bedah ASI. Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Kementerian Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan,2013. Jakarta

Varney, 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Jakarta : EGC

Soetjiningsih, 1997, Air Susu Ibu Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta : EGC

Wiji, 2013. ASI dan panduan ibu menyusui. Yogyakarta : Nuha Medika

Profil Dinas Kesehatan Aceh, Profil Dinas Kesehatan Aceh, 2016

Perinisia. 2001, Bahan Bacaan Manajemen Laktasi, Jakarta : Perkumpulan Perinatologi




DOI: https://doi.org/10.35308/j-kesmas.v5i2.1152

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Managed by Fakultas Kesehatan Masyarakat

Published by Universitas Teuku Umar
Website: http://jurnal.utu.ac.id/jkesmas
Email: jkemas@utu.ac.id

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.